Oleh-oleh dari hasil meeting dengan Calon Klien di Tomang, 31 Juli 2009. Apa yang diminta kepada saya sudah jelas arahnya.
Karena itu saya tolak secara tegas !
Alasannya ??????
Baca aja artikel di bawah ini. (Dengan segala hormat kepada Almarhum Andri).
Frido Tan
Konsultan Pajak
Kamis, 26/02/2009 21:20 WIB
Diduga Stres, Konsultan Pajak Bunuh Diri
Didit Tri Kertapati - detikNews
Jakarta - Entah apa yang ada di pikiran Andri (35). Pria yang berprofesi sebagai konsultan pajak ini nekat bunuh diri. Diduga dia stres. Andri ditemukan di rumahnya di Jl Tanjung Duren Utara, Gang Salak II No 15 B, pukul 17.30 WIB, Kamis (26/2/2009). Andri tewas dengan luka bacok di kepala dan lehernya.
“Dugaan sementara ada kemungkinan bunuh diri karena dia stres. Sebagai konsultan pajak, dia mengurus pajak kliennya, yang mungkin ada yang tidak beres sehingga harus ganti rugi,” ujar Kapolsek Tanjung Duren Kompol Joni Iskandar, saat dihubungi detikcom.
Menurut Joni, mulanya Andri menganiaya sang istri, Luciana (30) namun sang istri berhasil kabur dan lari ke rumah ketua RT. Kemudian para tetangga pun mendatangi rumah Andri.
“Saat ditemukan, korban ditemukan tewas dengan bacokan di leher dan kepala serta luka bakar,” terang Joni.
Joni menambahkan saat terjadi peristiwa tersebut sang istri juga sempat mengalami luka-luka. Pihak polisi akhirnya membawa istri ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
“Saat ini istrinya ada di RSCM, belum bisa dimintai keterangan karena masih syok,” tambah Joni.
Polisi melihat kematian Andri akibat bunuh diri, karena ada tanda-tanda upaya dia telah melakukan pembakaran diri. Selain itu juga tidak ada barang yang hilang.
“Nggak ada barang yang hilang, rumah tidak berantakan rapih semua,” tandas Joni. (ddt/ndr)
http://megapolitan.kompas.com
Bunuh Diri karena Dikejar-Kejar Orang Pajak
Sabtu, 28 Februari 2009 08:18 WIB
TANJUNGDUREN, SABTU
— Polsektro Tanjungduren menarik kesimpulan, tragedi berdarah di rumah pasangan muda Andre-Lusiana di Jalan Salak Barat II, Tanjungduren, Jakarta Barat, dipicu kepanikan Andre karena dikejar-kejar orang dari bagian pajak perusahaan.Andre yang berprofesi sebagai konsultan pajak, salah menyusun laporan pajak hingga dituntut menanggung selisih pajak sebesar ratusan juta rupiah. Akibat tertekan, Andre sempat mengajak istrinya, Lusiana (23), mati bersama. â€Dari bukti dan keterangan saksi-saksi, kami berkesimpulan Andre bunuh diri. Awalnya, ia mengajak istrinya mati bersama, tapi istrinya menolak dan melawan,†kata Kapolsektro Tanjungduren Kompol Joni Iskandar, Jumat (27/2) siang.Menurut Joni, mengutip keterangan saksi, Kamis (26/2) sore, Andre curhat kepada Lusiana tentang pekerjaannya. Pria berusia 26 tahun itu mengatakan, dirinya dikejar-kejar petugas pajak dan bos sebuah perusahaan swasta yang memakai jasanya dalam membuat laporan pajak. â€Dia melakukan kesalahan dalam menyusun laporan sehingga perusahaan itu harus membayar pajak lebih besar. Perusahaan itu tidak mau tahu dan meminta Andre bertanggung jawab,†ujar Joni.Awalnya, Andre merahasiakan masalah pekerjaan itu kepada sang istri. Pada Kamis sore, Andre mengeluh kepada Lusiana dan mengajak pasangan hidupnya tersebut mati bersama. â€Agar istrinya tidak ditagih kekurangan uang pajak itu, Andre mengajaknya mati bersama,†kata Joni.Menurut Joni, Andre kemudian mengikat tangan dan kaki istrinya. Lalu, Andre menganiaya Lusiana dengan golok sehingga wanita itu mengalami luka sayat. Bahkan, dua telinga Lusiana nyaris putus. Selain menganiaya sang istri, Andre juga melukai dan membakar dirinya sendiri.Lusiana meronta-ronta hingga ikatan di tangan dan kakinya mengendur. Dia lalu lari ke rumah ketua RT setempat dan melaporkan bahwa suaminya tewas. Di awal keributan, adik Lusiana, Timneng, berusaha melerai. Namun, gadis itu akhirnya menyingkir dan mengurung diri di kamar.Seperti diberitakan, Andre tewas mengenaskan di rumahnya di Jalan Salak Barat II, RT 10 RW 05 Tanjungduren. Rumah berlantai dua ini dikontrak Andre sejak setahun lalu. Andre dan Lusiana baru dua tahunan menikah dan belum dikaruniai anak.Saat menolong pasangan muda ini, warga sempat bingung karena Andre tewas dengan luka mengenaskan dan Lusiana pun terluka parah. Warga ada yang menduga, Andre dan Lusiana cekcok lalu berkelahi. Sementara itu, Timneng—saat itu—belum bisa dimintai keterangan karena syok. (tos)
Popularity: 1% [?]